Ronda yang Menjaga

 
Aku terjaga malam,
Dalam hening yang terlamun,
Terketuk sepi dan haluan angin,
Karena, 
Kukira itu ronda.

Aku tersipu ketika aku disebut maling,
Upaya mencari alasan,
Bahwa aku terjegal malam.
lagi-lagi!
Kukira itu ronda.

Dia memegang pentungan.
Agar aku diketuk pukul untuk bersuara.
Ketika semua terjaga malam.
Dan itu kusebut rindu.
Yang yakin akan ronda.
Bahwa aku terjaga malam.
Dalam penugasan,
Yang ku ucap rindu.

-Nai
Puisi ini menjelaskan rindu, bahwasanya rindu itu seperti ronda. yang setiap malam dijaga dan terjaga oleh penjagaan yang disebut rasa yang mengusik untuk menuju temu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpenku: Payung tak Bersayap