Semesta Bermajas
Oleh:
Rini Febriani Sari
1/
Aku dikembalikan pada renjana padang sahara.
Mendengkur dengan unta di balik siluet bayangan cahaya matahari mengenai
tubuh. Dibawa pergi riuh angin tak
pernah lembut menyapa. Lalu pasir ikut bersamanya mengenai katup
mata hingga mengering. Menasbihkan
setiap benih kekalutan beriring.
2/
Sekarang kurapihkan semua kekusutan yang terjadi
saat itu. Nyatanya aku nangis darah,
mengeluarkan butir pasir menjadi
gumpalan kecemasan. Sendu kurasa dalam
tekad mencarimu di luasnya tanah membawa harap menjadi debu.
3/
Dulu, rerumputan menjadi saksi diamnya kita dalam
senyap sekala. Kemudian desau itu menarik jariku untuk menyatu dan menengadah
dalam harap serah. Tiada kekeringan diantara hijaunya kedamaian.
4/
Hutan memberi selaksa dalam sengitnya semak rusuh.
Kau, aku, adalah gebu yang menyaksikan detik-detik satu daun berjatuhan. Lalu bumi terselimuti resah dan basahnya
embun malam di belantara sunyi.
5/
Terkadang, semesta menafsirkan semua rasa. Karena
gugusan bintang membenarkannya. Bahwa derap langkah dalam jarak akan berakhir
sua. Seperti menjalin bintang orion
dengan silangan di langit hitam.
-Naii
Komentar
Posting Komentar